Text

Iklan

    Text
    Banner

Kalimat

Definisi Kalimat

Kalimat dapat diartikan sebagai susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap. Sedangkan dalam hubungannya dengan satuan-satuan sintaksis yang lebih kecil (kata, frase, dan klausa) bahwa kalimat adalah satuan sintaksis yang disusun dari konstituen dasar, yang biasanya berupa klausa, dilengkapi dengan konjungsi bila diperlukan, serta disertai dengan intonasi final.

 

Menyusun Kalimat
Kalimat yang sempurna dibentuk oleh tiga bagian: pokok kalimat (subjek/subject), sebutan (predikat/predicate), pelengkap/pelengkap penderita (objek/object).

Pokok kalimat harus berupa kata ganti atau kata benda atau yang dibendakan. Sebutan harus berupa kata kerja.

Pelengkap bisa berupa kata benda atau yang dibendakan, kata ganti sesudah kata depan, keterangan waktu, keterangan tempat atau lainnya.

Kalimat Aktif
Kalimat aktif adalah kalimat dimana pokok kalimat melakukan kerja yang dinyatakan oleh kata sebutan yang berupa kata kerja dengan awalan me atau ber. Beberapa contoh:
- Ia membaca buku.
Ia = pokok kalimat (kata ganti), membaca = sebutan (kata kerja), buku = pelengkap penderita (kata benda). Oleh karena sebutan merupakan kata kerja transitif, maka harus diikuti kata benda bunga.

Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat dimana pokok kalimat dikenai oleh kata kerja sebutan. Kata kerjanya umumnya diberi awalan
di atau ter. Bila berawalan di seringkali sebutan diikuti kata depan oleh yang kadang-kadang dapat dihilangkan. Bila berawalan ter, suatu kalimat bisa merupakan kalimat aktif dengan kata kerja intransitif. Beberapa contoh:

.
- Kucing itu dipukul (oleh) Amir.
Kucing = pokok kalimat, dipukul = sebutan, Amir = pelengkap

 

Kalimat Tak Lengkap

Seperti dijelaskan diatas, suatu kalimat lengkap terdiri dari pokok kalimat (subjek), sebutan (predikat) dan pelengkap (penderita atau keterangan).
Apabila salah satu dari unsur itu tidak ada, kalimat tetap dapat dibuat dan dimengerti. Kalimat seperti itu disebut kalimat tak lengkap.
Kalimat tak lengkap bisa hanya terdiri dari pokok kalimat dan sebutan saja, atau hanya ada sebutan saja, atau hanya ada pokok kalimat saja, atau hanya ada pelengkap saja, bahkan hanya ada satu kata seru saja.

Contoh:
- Amir memukul. Amir berlari. Amir tak berkutik. (Hanya ada pokok kalimat dan sebutan).

 

Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk atau sering juga disebut kalimat sambung, biasanya terdiri dari dua atau lebih kalimat yang disambung dengan suatu kata sambung: dan, dengan, bila, bahwa, kalau, walaupun, apabila, andai, umpama, sambil, dan sebagainya. Dalam kalimat majemuk, sering pokok kalimat hanya disebut satu kali pada salah satu kalimat atau sebutan hanya disebut satu kali pada salah satu kalimat.

.
Kalimat ke satu:
Ia memanjat pohon. Kalimat ke dua: Ia terjatuh dari pohon.
Kalimat majemuk menjadi:
Ia memanjat pohon dan terjatuh.

 

Kalimat Tanya
Suatu kalimat disebut kalimat tanya apabila maksud kalimat adalah bertanya tentang sesuatu. Suatu kalimat tanya biasanya didahului kata tanya:
apa, siapa, berapa, kenapa, bagaimana, dimana. Berikut contoh kalimat tanya seperti dimaksud:
- Apa yang terjadi disini?

Kalimat tanya bisa saja tidak didahului kata tanya, apabila kalimat itu merupakan kalimat menidakkan atau didahului kata sifat yang berakhiran “kah”, seperti contoh berikut:
- Kamu sudah makan siang, bukan?

Ada kalimat tanya yang didahului pernyataan tidak (negatif) dan diikuti pertanyaan yang menyatakan sebaliknya:
- Kamu belum makan, atau sudah?

Kalimat seperti itu sangat jarang dipakai dalam bahasa Indonesia, kecuali dari teks terjemahan, karena dalam bahasa Inggris kalimat seperti itu sangat lazim:
- You haven’t got dinner, have you?

Bisa juga kalimat tanya didahului pernyataan ya (positif) dan diikuti pertanyaan yang menyatakan negatif:
- Kamu memecahkan gelas itu, apa tidak?
- Kucing itu binatang buas, bukan?
Juga kalimat seperti itu jarang dipakai , namun dalam bahasa Inggris sangat biasa:
- You broke the glass, did’nt you?
- The cats are wild animals, are’nt they?


Ungkapan “ baik…maupun”
Ungkapan ini dipakai apabila dua atau lebih kata ganti dipakai sebagai pokok kalimat sama-sama memiliki sebutan yang sama dan saling menggantikan:
- Baik saya maupun Amir sudah berumur lebih dari 20 tahun. (Kalimat positif).
- Baik Amir maupun Yusuf tidak suka berenang. (Kalimat negatif)
Apabila diterjemahkan kedalam bahasa Inggris, “baik…maupun” diterjemahkan dalam dua pengertian.

Untuk kalimat positif dipakai “either…or”, sedang untuk kalimat negatif dipakai “neither…nor” (singkatan not either not or):
- Either me or Amir are more than 20 years old.
- Neither Amir nor Yusuf likes swimming.


Dalam pemakaian sehari-hari di media cetak, sering ada kalimat dengan ungkapan “baik…dan” apabila dua kata ganti sebagai pokok kalimat dan “baik…,…, maupun” untuk tiga kata ganti. Jelas ini menyalahi tata bahasa dan menjadi tidak ada kesetaraan dengan ungkapan bahasa Inggeris diatas, jadi tak bisa diterjemahkan timbal-balik.
Sesungguhnya ungkapan
“baik…maupun” harus dipakai baik untuk dua kata ganti ataupun tiga kata ganti yang bersama-sama menjadi pokok kalimat, misal: Baik saya, Amir maupun Yusuf …dst.
Hal yang sama berlaku untuk bahasa Inggeris, ungkapan
“either…or” dan “neither…nor” tetap dipakai untuk dua maupun tiga kata ganti misal: Either me, you or him ….etc. Juga: Neither me, you nor him…etc.

Ungkapan “sama-sama …” atau “berdua sama-sama…”
Ungkapan “sama-sama…” atau “keduanya sama-sama…” dipakai apabila dua (hanya dua) kata ganti dipakai sebagai pokok kalimat memiliki sebutan yang sama.
Berbeda dengan ungkapan “baik…maupun”, pokok kalimat disini digabung menjadi kesatuan.(tidak dapat saling menggantikan):
- Saya dan pamannya sama-sama berbisnis buah.
- Yusuf dan Amir berdua sama-sama tinggal di Jakarta
.

.
Dalam terjemahan bahasa Inggeris, ungkapannya adalah
“both…and”:

Kalimat pertama: Both I and his uncle engage in fruit’s bisnis.

Kalimat berikutnya: Both Yusuf and Amir lived in Jakarta.
Mungkin pengaruh ungkapan
“both…and” yang sering di bahasa Indonesiakan menjadi ungkapan “baik…dan”, padahal pemakaiannya berbeda. Pada ungkapan “baik…maupun” pokok kalimat terpisah, sedang pada sama-sama pokok kalimat menyatu, jadi ungkapan “baik…dan” adalah kerancuan berfikir dari pemakainya:

"Baik saya dan Amir sama-sama berjualan buah” , kalimat ini salah, seharusnya:

"Baik saya maupun Amir sama-sama berjualan buah".

Kalimat Pengandaian
Kalimat pengandaian adalah kalimat majemuk dimana suatu sebutan (predikat) dari salah satu kalimat berlaku apabila syarat dari kalimat lainnya terpenuhi.
Untuk itu selalu dipakai kata sambung pengandaian “supposing conjunction” seperti:
kalau, apabila, jika, seandainya, andaikan, bila
- Saya akan berlibur bila saya sudah ujian. Maksudnya saya tidak akan berlibur kalau saya belum ujian.

Adsense

  • Adsense 1

  • Adsense 2

  • Adsense 3

  • Adsense 4

  • Adsense 5

  • Adsense 6

  • Adsense 7